Sabda Yang Dirayakan: Teologi Dan Praktek Pastoral Liturgi Sabda, Perayaan (Sabda) Hari minggu Tanpa Imam dan Ibadat Sabda
Sabda Allah adalah sumber kehidupan Gereja. Dalam liturgi, Kristus sendiri hadir dan berbicara kepada umat-Nya ketika Kitab Suci dibacakan. Namun, dalam praktek pastoral, Liturgi Sabda dipandang sekedar bagian awal sebelum Liturgi Ekaristi sehingga kekayaan teologis dan spiritualnya belum sepenuhnya dihayati.
Buku ini mengajak pembaca untuk menemukan kembali makna Liturgi Sabda sebagai peristiwa keselamatan yang hidup. Berakar pada Kitab Suci, Tradisi Gereja, dan ajaran Gereja, penulis menguraikan hakekat, struktur, dan setiap unsur Liturgi Sabda secara sistematis dan mendalam. Pembahasan diperluaspada Perayaan (Sabda) Hari Minggu Tanpa Imam serta Ibadat Sabda dan bentuk perayaan yang semakin penting dalam kehidupan pastoral gereja masa kini.
Lebih dari sekedar refleksi teologis, buku ini juga menawarkan pedoman praktis mengenai prinsip-prinsip liturgis, peran pelayan, tata ruang hingga pembinaan spiritualitas Sabda dalam keluarga, komunitas dan kehidupan menggereja.
Buku ini menjadi pegangan berharga bagi mahasiswa teologi, seminaris, imam, diakon, katekis, maupun seluruh pelayan liturgis yang rindu menghayati dan mewartakan Sabda Allah dengan setia dalam Gereja dan dunia.
Reviews
There are no reviews yet.