Perkembangan Kurikulum Di Indonesia
Buku Perkembangan Kurikulum di Indonesia ini menyajikan analisis kritis dan komprehensif terhadap evolusi kebijakan kurikulum nasional dalam konteks transformasi sosial, politik, dan teknologis. Dengan pendekatan literature review sistematis dan analisis kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy analysis), karya ini menguraikan pergeseran paradigmatik dari model kurikulum sentralistik berbasis konten menuju pendekatan desentralistik yang berorientasi pada kompetensi, karakter, dan kesiapan belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
Penelusuran historis mencakup perjalanan kurikulum mulai dari Kurikulum 1968 yang bertumpu pada esensialisme dan disiplin ilmu, hingga Kurikulum 2013 yang mengadopsi pendekatan saintifik dan penilaian holistik, serta transformasi terkini melalui kebijakan Merdeka Belajar dan Kurikulum Prototipe yang menekankan otonomi satuan pendidikan dan pengembangan Profil Pelajar Pancasila sebagai grand theory pedagogis. Buku ini mengintegrasikan kerangka teoritis pengembangan kurikulum, termasuk Model Tyler (1949) yang bersifat rasional-teknokratis dan Model Taba (1962) yang partisipatif dan grounded, untuk mengkaji proses perancangan kurikulum yang responsif terhadap konteks lokal.
Secara substantif, buku ini menyoroti tiga pilar transformasi kurikulum kontemporer: (1) penyederhanaan struktur kurikulum untuk memperkuat core competencies, (2) integrasi lintas domain literasi abad ke-21 yang meliputi literasi sains, digital, finansial, dan budaya global melalui pendekatan tematik dan interdisipliner, serta (3) penguatan penilaian autentik berbasis portofolio, proyek, dan refleksi diri yang selaras dengan kerangka assessment for learning.
Implementasi kurikulum dianalisis melalui lensa capacity building, mengungkapkan disparitas struktural seperti kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah (urban-rural divide), rendahnya pedagogical content knowledge guru dalam menerapkan pendekatan student-centered learning, serta hambatan dalam internalisasi kurikulum berbasis kompetensi. Selain itu, buku ini mengevaluasi peran teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong personalisasi pembelajaran melalui sistem rekomendasi adaptif dan learning analytics, sekaligus mengkritisi keterbatasan infrastruktur dan literasi data dalam konteks Indonesia.
Dalam dimensi evaluatif, penulis menerapkan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dan Kirkpatrick untuk menilai efektivitas kurikulum, dengan indikator mencakup pencapaian kompetensi kognitif, perkembangan karakter, serta dampak jangka panjang terhadap kesiapan kerja dan partisipasi sosial. Rekomendasi kebijakan yang diusulkan bersifat strategis dan berkelanjutan, mencakup: (1) penyusunan kurikulum berbasis competency-based pathways, (2) penguatan micro-credentialing dan pengembangan profesional berkelanjutan guru, (3) kolaborasi tri-helix antara pemerintah, dunia usaha, dan akademia dalam penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta (4) pembangunan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data real-time.
Secara epistemologis, karya ini menegaskan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen teknis, melainkan social construct yang merefleksikan visi kebangsaan, nilai-nilai ideologis, dan aspirasi pembangunan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan perspektif global dan lokal, buku ini dapat dijadikan referensi akademik yang rigor bagi para stakeholder pendidikan dalam merancang kurikulum yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan.
Description
Judul :
Perkembangan Kurikulum Di Indonesia
Penulis :
Dr. Welly Ardiansyah, S.S., M.Pd
Dr. Sri Gustiani, S.Pd., M.TESOL
Dr. Dra. Nurul Aryanti., M.Pd
Dr. Nguyen Pham Duy Anh, B.A., M.Ed (TESOL)
editor:
Prof. Dr. Abdurrahmansyah, S.Ag., M.Ag
Dr. Lutfi Asyari, M.Pd
Tebal Halaman :
iv, 100
Ukuran Buku :
15.5 cm x 23 cm
ISBN :
978-634-7363-03-9
Reviews
There are no reviews yet.